Kamis, Maret 29, 2007

0077. Tantangan Bagi Para Muda, Cara Melestarikan budaya Indonesia.

Baik, kemarin aku udah sempat bahas sebentar bahwa, budaya indonesia miskin tanpa budaya daerah. Nah sekarang semua pasti tahu, katanya nih kita para muda, ga pernah melestarikan budaya sendiri, yang notabene pastinya budaya daerah.

Salah, aku buktikan itu salah. Ada temen-temen kita yang melestarikan budaya kita dengan berbagai cara. Tapi yang aku ingin tahu, bagaimana kita bisa meng-adaptasikan budaya daerah kita (notabene kita anggap sudah kuno) supaya aktual di masa kita.

Band Balawan sudah mulai, dengan membuat musik2 pop rock, dengan gamelan bali, dan hasilnya keren. Pernah dengar OST Tokyo drift? sumpah, kalo buat aku, itu backsound-nya kayak gamelan bali deh.

Temen2 dari daerah batak, juga bikin lagu-lagu pop batak-nya juga banyak banget. Ada yang lain? mungkin buat skenario film tentang perebutan keris jaman purba yang memiliki kekuatan untuk membuat bumi punah?

atau film epik kolosal, bertema perang majapahit-padjajaran? atau pameran busana sehari-hari yang adaptasi dari busana daerah?

intinya, budaya itu tidak harus kaku, selalu mengikuti arah jaman. yang penting, identitas kita sebagai sebuah bangsa tidak hilang. itu saja...

Martin, lagi nyari ide
(Nama-nama library sebagian kan udah nyomot nama kita, kyk : gamelan, apache-jakarta, java language, batik, hiks..banyak bgt sih yang nyomot)

Rabu, Maret 28, 2007

0076. Alasan mengapa film Horror lebih laris?

hehehehe, ini komentar gw, spy mengerti kenapa film horror lebih laris di indonesia daripada yang lain.

jawabnya simple : biar enak pas pacaran hehehehe :)). Kenapa bisa begitu?? well, tau sendirilah, budaya kita ini budaya timur, yang jangankan ciuman, pelukan di depan umum aja bs disidang di tempat. lain itu, para remaja kita ini masih malu-malu kucing, mau meluk beneran masih gugup.

so, solusinya kemana?? ya ke bioskoplah, dan biar klop, cari film horror. Jadi, ga perlu nyari alasan yang lebih kompleks lagi, misal dengan latar klenik dsb. Karena, gw sendiri jg seperti itu...

Salam

Joshua di DJ, baca kompas

0075. Resensi "300"

Oke, film terakhir yang gw tonton, n mau gw komentari adalah "300", yang di ilhami oleh novel dg judul yang sama karangan frank miller.

Catatan sebelumnya: Film ini sungguh untuk dewasa, bukan untuk anak dibawah umur. adegan sungguh brutal.

Film ini mengisahkan pertempuran thermopylae, antara bangsa yunani (sparta, thebes, dan athena) dg bangsa persia. sparta yang saat itu akan melaksanakan festival agama, dilarang untuk bertempur. akibatnya, leonidas, nekad hanya membawa 300 pasukan terbaik-nya untuk menahan laju pasukan persia.

nah, lsg aja ke penilaian. film ini??? keren bangetttsss. brutal, ga banyak omong, langsung bacok dan penggal. kepahlawanan juga sangat terlihat disini. hiburan yang keren.

Nilai : Sangat disarankan untuk ditonton bioskop, jangan bawa makanan. ;)

Joshua, di DJ
lupa tanggal-nya

Sabtu, Maret 10, 2007

0074. Sunset's today

Sunset's today
The Sun looks so red today
And the wind looks so unwilling to move
Fanning slowly, swinging leaves
And fall off some of them

A child follows her mother, look so cheerful,
Even bring a heavy load; she’s carrying his little brother,
Go along the edge of the way

An Old man drive a barrow
Full loaded by vestige box and paper
A noise, like burn his black skin
a smile painting in his tired face

And me??
I feel bliss
I feel a peace
I feel so blessed

Djakarta, March 01 2007
Martin, on the street way

0073. Sore hari ini

Matahari tampak merah hari ini
Angin pun seakan enggan berlari
Menghembus perlahan, membuai daun-daun
dan merontokkan sebagian..

Seorang anak kecil mengikuti ibunya
tampak ceria, meski membawa beban berat
dia menggendong adiknya, menyusuri jalan

Seorang Tua menarik gerobak
Penuh kardus dan Kertas
Bunyi gemirisik, seakan membakar kulitnya yang hitam
tersungging seuntai senyum, di penat wajahnya..

Dan aku??
Aku merasa bahagia
Aku merasa damai
Aku merasa terberkati

Djakarta, 01 Maret 2007
Martin, di perempatan cempaka mas