Selasa, November 15, 2005

0042. Andai Seks itu tidak nikmat

hmm..
ini adalah pemikiran pribadi yang sempat terpikirkan agak lama.

latar belakang mengapa pemikiran seperti ini adalah karena semakin banyaknya kasus pelecehan seksual, dan penyalah gunaan seks itu sendiri.

banyak kasus pemerkosaan non/incest, prostitusi non/illegal, dsb.

akhirnya beginilah pemikiran joshua. dengan logika sederhana (occam scissor).

Tuhan membuat seks itu nikmat dan dengan segala perniknya hanya demi satu tujuan, supaya manusia tertarik untuk membuat keturunan sehingga manusia tidak punah. Tentu saja ini adalah sifat kodrati manusia bahwa manusia cenderung menyukai kenikmatan (termasuk ketidaknikmatan yang dianggap kenikmatan yang merupakan kesalahan persepsi).

Karena manusia menyukai kenikmatan, maka sudah sewajarnya bahwa manusia menginginkan lebih banyak kenikmatan. Di sinilah letak penyimpangannya, karena dasarnya motivasi manusia sudah menyalahi motivasi hukum yang telah ditetapkan Tuhan.

Dan tindakan berlebihan yang mehalalkan segala cara demi meraih kenikmatan seksual inilah yang membawa manusia ke tingkat rendah dari binatang. (Karena binatang hanya mempunyai keinginan seksual pada masa tertentu saja).

Jadi saya mempunyai kesimpulan bahwa rasa nikmat itulah yang dicari manusia.Jadi seandainya kenikmatan itu tidak ada, mungkin sebagian permasalahan akan hilang.

tapi saya masih merasa ada kesalahan dalam pikiran saya. saya maih belum menyadarinya.

joshua - lagi berpikir

Rabu, November 09, 2005

0041. Sebuah petualangan dari Curug Sewu

By joshua (Djakarta di suatu hari).

Prolog, Jumat 4 Nov 2005 20.00 WIB
“Jo, Kenari mas buka ga ya libur begini?”, selintas celetukan dari joko, teman gila kami. “Waduh, gw pikir ya tutup lah. Bentar gw call dulu temen gw yang tahu kenari mas” jawabku enteng.

Ya, kami lagi bingung, bingung mau kemana pada hari libur ini. Maklum kami berlima (Aku – joshua, joko, roland, ethan, dan naruse) gak mudik karena berbagai hal. Gak asyik donk, libur – libur begini bengong.

“Yok, Ke curug sewu aja, gw jamin 100% gak kecewa deh. Medannya asyik banget” ide joko keluar lagi. Kali ini gw jawab entang lagi “Ayo aja deh”.”Bener lu??” jawab joko gak percaya. Dengan anggukan mantap, akhirnya kami pastikan dimulainya petualangan kami.

Kami berlima, mulai menyiapkan diri. Makanan, minuman, baju ganti, jaket, dan tetek bengeknya dah dikemas rapi. Motor dah dicheck dan semuanya beres. Kami pergi.

Keberangkatan, Jumat 4 Nov 2005 22.00 WIB

Perjalanan kami menuju bogor pada awalnya mulus saja, gak ada masalah sama sekali. Kami lalui dengan bercanda, kebut-kebutan, dan sekali berhenti buat keperluan kecil (makan, rokok, ama kecing donk).

“Land, isi bensin neh, dah mo abis” jawabku sambil nunjuk spedo. Itu awal kejadian lucu berikut ini.

Aku dan roland langsung belok masuk sebuah SPBU di bogor. Saat antri, aku engga lihat yang lain. Mana tuh anak-anak, pikir Gw.Saat keluar, baru kulihat mereka parkir di luar.Tapi aku cukup kaget liat mereka.

Mau tahu sebabnya?? Ya, karena mereka parkir bersama polisi. Waduh, bakal ada yang kerampok nih pikir gw. Pikiranku ga meleset, kami kena masalah.motor roland diancam bakal ditahan, pasalnya pajaknya mati.busyett.

Akhir kata, kami kehilangan 25 Ribu yang sekiranya buat jajan kami ntar. Waduh, kok tega amat yah. Terlepas dari salah siapa, yang jelas besok kami pasti sedikit kelaparan. Dan kami pun melanjutkan perjalanan kami.

Tikungan Maut, Jumat 4 Nov 2005 23.00 WIB

Giliran joko dan ethan yang isi bensin. Sambil isi bensin, kami cerita perjalanan kami ke si abang SPBU. Mereka hanya bisa tersenyum mendengar cerita kami. Yah, begitulah keadaan negara ini, pikir mereka.

“Jok, gantian gw yang pegang motor donk” pinta roland. Well, panas juga neh anak pengen jajal medan.Joko sih ayok aja. Jadilah si naruse yang jadi boncenger aku.

Perjalanan sih oke saja, lintasan mulus, tapi penuh tikungan tajam. Tiba tiba, ada serombongan motor menyalip kami. Well, mau dikata apa, kami masih muda. Darah berdesir, adrenalin naik, dan wussss.........

Kami kebut-kebutan, tiba-tiba roland dengan gagahnya menyalip kami semua. Gila, ga takut apa, dia kan belum kenal medan.

Bener apa yang gw takutkan, tikungan tajam deket jembatan di depan, aku melihat motor jatuh. Motor roland jatuh.Jelas aku langsung bantuin, tapi sambil marah marah. Gimana engga marah, sok tahu banget seh dia. Jelas ga kenal medan, jalan belok belok, berani-beraninya kenceng gitu. Gak lama, joko balik juga.

Akhirnya kami ketahan selama 4 Jam untuk memperbaiki motor roland. Yah darurat aja. Bengkel gak ada yang buka. Aku sempat belanja beberapa makanan dan minuman. Anak anak sibuk perbaiki motor, aku tidur, capek.

CURUG SEWU - Padepokan, Sabtu 5 Nov 2005 04.30 WIB

Subuh, akhirnya kami sampai pada pos peristirahatan di curug sewu. Kami sampai di pondok BIBI (aku gak tahu namanya, bibi ini kenalan si joko).Sampai disana kami berbicara sejenak, dan ribut berdesakan istirahat di bale depan rumah.

Aku, roland, dan naruse baru kali ini kami sepakat untuk saling berdekapan (sorry yah, klo ga kepaksa gw juga ga mau, abis ga ada selimut seh), kaki ditumpuk, kepala pake helm (gantinya bantal). Ga kebayang gimana posisi kami pas tidur, pati lucu abis. Joko dan ethan sibuk begadangan, mereka ga tidur. Ga dapet tempat. Hehehehe...bodo amat.

“dek, bangun, pindah ke dalam gih” suruh si bibi. Wah dah pagi rupanya, joko dan ethan dah ketawa tawa, rupanya mereka dah cari sarapan sambil cuci mata liat cewek cewek cantik disana. Sial, gw kok ga diajak seh.Gak lama, kami dah persiapan dan langsung jalan menuju air terjun curug sewu.

CURUG SEWU – The Waterfall, Sabtu 5 Nov 2005 06.00 – 10.30 WIB

Walah, bener omongannya si joko edan. Medannya lumayan berat, licin, turunan lumayan tajam, pendakiannya juga agak tinggi. Pokoknya, nih badan dibuat kaget ama medan ini.

Aku selalu tertinggal, anak-anak dah didepan semua. Semua pada ngeledekin. Bodo amat, gw emang takut jatuh kok. Gimana gak takut, sebelah jalan jurang, turunan tajam, licin lagi. Jalan ke curug emang kadang dilalui air dari sungai. Disana terlalu banyak sungai kecil.

Biar lambat, akhirnya sampai juga kan. Wuih, Ga kebayang, Curug sewu emang asyik buat dilihat. Kami langsung aja jadi model dadakan. Jepret sana jepret sini (dan akhirnya kami dapat foto misterius hehehehehe). Abis jadi model baik baik. Kami pun dah siap terjun, dan siap jadi model model nakal. Hehehehehehe, cuek ah.

Kami langsung turun ke air terjun, copot semuanya kecuali celana dalam. Dan langsung terjun ke air. Ademmmm Gila................Aliran airnya deras banget, udah gitu dingin. Kami berteriak kencang pagi itu. Yah, kami sudah sampai.

Setelah puas bermain, kami kembali ke pos. Dalam perjalanan, kami ketemu dengan banyak orang. Ada rombongan dari cikokol (anak-anaknya asyik juga). Bahkan ada serombongan keluarga dari jawa, busyet jauh amat yak.



Sampai di pos, kami pesen makan (biasa mie, abis duit dah abis buat polisi ama bensin) dan kopi. Abis itu kami tidur pulas. Ga tau deh berapa jam kami tidur. Pas di rumah bibi, karena motor joko dipinjem ponakan bibi, kami ya tidur lagi. Tapi gak lama, kami bangun, dan pamit sama bibi. Kami pulang, makasih ya bi... met tinggal curug sewu.


Ke Rumah – Bogor Sabtu 05 Nov 2005 01.30 WIB

Waktu perjalanan pulang, kami terjebak macet yang luar biasa panjang. Maklum ini hari pertama sesudah lebaran. Semua orang pada sibuk silaturahmi. Saat perjalanan pulang aku dan roland tertinggal jauh dari anak anak (terjebak macet). Yah mau apa dikata, kami ketinggalan.

“land, kiri apa lurus” tanyaku, aku ragu ragu terhadap persimpangan di depan. Instingku bilang ke kiri, tapi aku ragu. “Lurus aja, tuh ethan di depan” jawab roland. Dan itu awal bencana.

Kami nyasar, rupanya roland salah lihat. Lah, sok tahunya kumat lagi. Jelas gw marah – marah. Celakanya tiap tanya orang bogor, mereka selalu jawab lurus aja, lempeng aja. Lah, kami kok akhirnya malah mau ke tangerang. Aku terpaksa putar balik, wong aku gak tahu jalan di tangerang kok, bisa nyasar lagi donk entar.

Akhirnya setelah seharian ngubek bogor, ketemu jalan balik, tapi instingku masih ga beres. Akhirnya ketemu polisi. Dan coba apa kata polisi setelah kutanya? “putar balik dek, terus lurus aja. Klo adek ga puter balik, ntar malah ke puncak”. Walah, bener kan apa dugaanku, akhirnya kami putar balik.

Weleh, mau pulang kok ribet. Tapi untungnya kami gak nyasar lagi. Sampai di Kost dengan selamat, meski roland sempet keki juga aku marahin. Hehehehehe..salah dia..sok tahu.

Well, itu pengalaman dari curug sewu. Buat gw, dari awal hingga akhir semuanya cerita buatku. Seperti biasa, menjadi pengalaman pastinya...

Epilog – Kost Sabtu 05 Nov 17.00 WIB

Oleh oleh dari curug sewu jelas banyak, tapi yang bikin gw keki cuma satu. Capeknya dah ga ketolongan lagi, badan remuk, sampai malemnya ga bisa bangun. Terpaksa aku cari tukang pijat. Walah, malah sakitnya minta ampun. Sampai nulis cerita ini aja, kakiku masih sakit.

Tapi gw ga kapok kok, kami masih merencanakan petualangan kami selanjutnya. Hehehehehehehe...cerita apa lagi yah ntar??