Kamis, September 27, 2007

Narsis itu perlu loh..!!

Itu adalah kata-kata "wejangan" yang pernah diluncurkan oleh seorang dosen. Eits, jangan salah dulu. Slogan itu tidak berniat mengajak kita menjadi sombong loh. Tentunya, kata-kata tadi diutarakan dengan niat baik.

Mengapa kita harus narsis? Okey, sejujurnya, berapa banyak dari kita yang sering mendapat pujian atas diri kita? Mungkin tidak banyak, atau boleh jadi kita sering menjadi bahan celaan dari teman-teman. Cela ataupun Pujian mungkin sudah kita anggap biasa, tapi apabila diteliti lebih dalam maka akan timbul 2 efek psikologis secara tidak langsung.

Efek bila terlalu sering mendapat pujian yang berlebihan bisa membuat kita menjadi sombong, namun apabila terlalu sering mendapat celaan, efeknya kita secara tidak langsung tertanam image yang membuat kita bisa menjadi sangat minder.

Dari SMP, martin merasa dirinya tidak pernah lebih tampan daripada teman-temannya. celakanya, teman-temannya sering juga membuat semacam lelucon bahwa memang rupanya jelek. Meski itu hanya lelucon, martin secara tidak sadar menanamkan pada dirinya bahwa dirinya jelek. Hal itu berakibat banyak di dalam pergaulannya. Martin menjadi bukan martin.

Contoh tersebut tentu sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kata Pak Mario Teguh, Setiap hari kita sering mendapat cela bahwa kita kurang ini-kurang itu, seharusnya begini-begitu, harusnya kmu seperti A atau B. Tidak dihargai atasan, tidak diperhatikan oleh kawan, bahkan diremehkan kekasih sendiri. Kalo begitu, siapa yang mendukung diri kita apabila bukan diri kita sendiri?

Hargailah diri sendiri. Itu adalah intisari dari tulisan ini. Hidup itu sudah berat, dan jangan tambah beban anda tentang anda sendiri. Sadar diri itu perlu, tapi jangan sampai membuat kita menjadi rendah diri. Itu lah maksud slogan ini, kalo mencuplik pak mario, ini adalah slogan super!

Inspired by a Beautifull Lady

Martin

Djakarta, 2007

Jumat, September 21, 2007

0083. Kembalinya seorang teman

1 Minggu lalu, saya mendapatkan sebuah keajaiban. Ya, sebuah keajaiban, karena saya mendapatkan pm (private message -red) dari teman saya yang telah lama hilang. Waktu melihat pm tsb, saya seperti melihat orang yang mati hidup kembali.

Segera, setelah itu, dengan penuh rasa gembira, saya menghubungi teman saya itu. Tidak menunggu lama, saya sudah terlarut dalam waktu karena berbincang banyak hal dengan teman saya itu. Saya menanyakan, mengapa dia tidak memberi kabar kepada siapapun tentang kepergiannya kepada saya dan kawan yang lain? dia tidak menjawab. It's okey, saat ini saya paham, dan tidak menanyakan lebih lanjut. Saya sampaikan bahwa saya, dan kawan-kawan yang lain gembira bahwa dia sudah kembali.

Saya jadi teringat falsafah saya, bahwa dari teman biasa menjadi teman baik adalah dengan cara menjembatani perbedaan yang ada (mungkin lewat sebuah pertikaian). Seperti saya dan joko, yang sempat bertengkar selama 3 bulan karena masalah sepele. Kini kami telah berteman baik, hanya waktu yang tinggal menetapkan kita sebagai seorang sahabat.

Saya harap teman saya akan seperti demikian. Selamat datang kembali kawan!

Martin

Di Djakarta 2007

Kamis, Juni 21, 2007

0082. Tukang tambal ban juga kena sial...

Kisah berikut ini merupakan fiksi dan rekayasa belaka, apabila ada nama tokoh, waktu dan tempat kejadian yang mirip itu hanya merupakan kebetulan semata.

Sabtu sore lalu, joshua lagi mo ke kampus. Si Doi neh, ceritanya ke kampus naik motor. Nah pas di persimpangan pramuka, tau-tau motornya bocor bannya. walah apes deh, mana mau ujian lagi.

Akhirnya si joshua ngedorong tuh motor nyari tukang tambel ban, agak jauhan dikit dilihat ada tukang tambal ban. Keringet udah ngucur kayak lumpur panas lapindo, eh pas sampai, orangnya kaga ada.

Karena diliatnya masih buka, si joshua nunggu tuh. Eh bentar ada 5 menitan, ada orang datang nuntun motor juga. Tau-tau orang itu nyelenong aja, trus markir motor, trus langsung masuk, bangunin orang yang didalemnya buat benerin tambal ban.

Nah, ternyata tukang tambal bannya lagi tiduran di dalem. Joshua kaga terima, protest donk dia, kok orang lain yang didahulukan, bukannya si joshua. Eh, si tambal ban bilang kalem, "sorry mas, itu bapak saya.."

Nah, si bapak itu menggerutu (pake bahasa daerah, biar agak rahasia yah kayaknya) "makanya kalo nebar paku, lihat-lihat donk. masak gw bisa kena juga..."

Nah loh....

Joshua abis ngos-ngosan

Sabtu, Juni 16, 2007

0081. Anak jalanan, memberi uang atau tidak?

Judul diatas adalah judul topik acara TV bagimu negeri, di metro tv pekan lalu. Topik yang cukup menarik, karena hadir di situ elemen-elemen masyarakat, terutama dari mahasiswa, aktivis-aktivis LSM, dan dari perwakilan pemerintah.

Yang aku coba komentari disini adalah, pendapat bahwa: "Memberi uang begitu saja bagi anak jalanan adalah investasi terhadap kebodohan dan kemalasan".

Toean-toean, dan Joenja - joenja sekalian,
Benar mungkin bagi kita semua, pendapat di atas adalah sungguh masuk akal. Karena dengan memberikan uang itu, kita sudah memberikan pemikiran kepada anak itu bahwa dengan mengatungkan tangannya saja, mereka dengan mudah mendapatkan uang tanpa perlu "bekerja keras" (walaupun mereka telah berpanas-panasan dan jalan tanpa alas kaki). sehingga, kita melihat premis-premis tadi, kita menyimpulkan sebaiknya kita tidak memberikan uang kita.

Namun toean dan joenja sekalian, kita tidak tahu benarkah demikian adanya. Mungkin saja mereka sadar, namun papa. tidak berdaya dan tidak mempunyai akses kepada kehidupan yang layak. mereka adalah anak-anak, bukan orang dewasa yang telah mampu bekerja. kalaupun bersalah, salahkan orang tuanya, jangan anak-anak itu.

Saya mempunyai falsafah berikut: Kebaikan hati adalah sesuatu yang murah dan gratis. Sang pencipta memberikan nafas, kesehatan, dan akal budi gratis kepada kita hingga mampu bekerja. Demikian juga hendaknya, kita tidak menghalang-halangi hati kita untuk berbuat baik. Bila saat ini anda di jalan, dan anda tergerak, berbelas kasihan, untuk memberikan sedekah, berikan saja. Itu hak anda untuk berbuat baik.

Walaupun demikian, kita hendaknya tidak berhenti di situ saja. Tetaplah berjuang dengan cara lain, untuk membantu sesama kita agar mampu mengakses bentuk kehidupan yang layak (kesehatan dan pendidikan yang cukup). Anda bisa bergerak lewat bentuk donasi baik GOTA (Gerakan Orang Tua Asuh), menyumbang ke yayasan pendidikan dan yatim piatu secara berkala, mendanai penelitian dan riset untuk perbaikan gizi, bahkan lewat apapun yang anda bisa.

Selanjutnya, biarkan karya pencipta anda ikut andil dalam usaha anda. Hilangkan prasangka buruk, bahwa mereka itu hanya memperdaya kebaikan anda. Biarkan saja, biarkan waktu yang mengajari mereka nanti.

Pada akhirnya, saya setuju dengan kesimpulan terakhir acara tersebut dengan sedikit perubahan, bahwa bukan hanya pemerintahlah yang bertanggung jawab dengan keadaan para anak jalanan tersebut, namun demikian juga kita, elemen-elemen masyarakat, yang saya layak sebut sebagai negara.

Negara yaitu kita yang berkumpul dan mengaku sebagai anak bangsa yang bertanggung jawab terhadap anak-anak itu, bukan hanya pemerintah.

Martin di Djakarta

Kamis, Mei 03, 2007

0080. Titik Refleksi

Senin..selasa..minggu..
3jam..5 jam..24 jam..
tik tok..tik tok..tik tok..
aliran waktu berlalu kencang..

Aku melihat aku yang tak berdaya..
kemudian merangkak..
merasakan sentuhan kasih pertama
dengan begitu gembira..

Aku berlari, bermain ayunan..
berlomba, mengacungkan tangan mengucapkan huruf "A"
dan bertengkar

Aku menonton TV,
Kartun itu begitu lucu
Buku kulemparkan,
aku mendapat angka merah esoknya

Tersipu pipiku, merah padam,
dan salah tingkahku
seperti monyet..
tiba2 kupukul dia,
dan kita menjadi musuh selama 3 tahun

Push up telah kujalani
Merangkak di saluran air comberan
dan lihatlah potret itu
aku begitu hitam bersama teman-temanku

Mengenal pascal pertama kali
langsung jatuh cinta dan melupakan segala-galanya
lupa untuk berpacaran, lupa untuk bercinta
perpus rumahku, dan komik selingkuhanku..
14 jam di surga, 10 jam di dunia..

Untuk pertama kalinya,
aku melihat keindahan dunia dari ujungnya..
setalah badai, keindahan itu begitu mempesona
17 tahun-ku, begitu mengesankan, begitu melelahkan

Mengucap salam berpisah pada ibuku yang sakit
calon adikku yang pergi, karena keegoisan kakak-kakak-nya
penyesalanku dan kebodohanku, aku kemudian pergi..

mendarat pertama kalinya dari burung besar,
mengantarkan aku ke dunia asing tanpa saudara, tanpa teman
inilah aku, yang terjebak antara anak-anak dan kedewasaan..

Kini aku sampai di salah satu kota bersejarah
berteman dan bergaul di sini
rusak dan memperbaiki kembali hidupku..
berfoya foya dengan waktu, dan kuhabiskan tanpa sadar..

Kini??
Aku disini, teringat akan kenangan..
yang berlalu seperti film
aku melihat senyum sahabat,
senyumku, sedihku, dan amarah-ku
sedang apa aku disini?

Djakarta,
Saat saat kesepian yang menggetirkan

Minggu, April 15, 2007

0079. Resensi Film : Nagabonar Menjadi 2

Kalimat pertama gw : Film Berkualitas No 1 Indonesia, dari sekian film lainnya.

Dedy Mizwar sukses menyuguhkan film ini sarat dengan kritik dan pemikiran tanpa membuat penonton susah untuk mencernanya.

Film ini, mampu menjembatani dua jaman, antara jaman tua yang kadang dinilai kolot, dan jaman muda yang dinilai terlalu liberal, dan melupakan nilai2 budaya. Di Nagabonar, semuanya mampu bertemu dan memberikan solusi.

Kritik-kritik sosial muncul dengan diiringi humor, dan penggambaran budaya indonesia begitu halus. Gambar budaya mengaji ditampilkan dengan begitu alami, sehingga tiada kesan bahwa Islam itu berbahaya. Walaupun demikian, segi-segi minoritas juga tak lupa ditampilkan dengan seimbang.

Film ini sungguh baik, sukses buat dedy mizwar dkk.

Joshua Di Jakarta

Senin, April 02, 2007

0078. Berasumsi jika dan hanya jika tidak ada bukti.

Tips ini untuk programmer, analyst, dan bisa juga untuk dipergunakan secara luas untuk semua kegiatan bersifat umum.

Jika hendak melakukan sesuatu tindakan perubahan, modifikasi, ataupun perbaikan berdasarkan sesuatu yang sudah ada, hendaknya jangan hanya berdasarkan asumsi semata.

Asumsi, atau pengandaian digunakan apabila tidak ada bukti satupun yang mengarah ke suatu teori. Bila Bukti ada, dan asumsi mendukung untuk teori tersebut, barulah asumsi tersebut benar.

Dalam dunia pemrograman, pantang bila hanya bertindak berdasarkan asumsi saja. Buktikan terlebih dahulu asumsi-asumsi yang ada.

Martin, Di Depan Laptop

Kamis, Maret 29, 2007

0077. Tantangan Bagi Para Muda, Cara Melestarikan budaya Indonesia.

Baik, kemarin aku udah sempat bahas sebentar bahwa, budaya indonesia miskin tanpa budaya daerah. Nah sekarang semua pasti tahu, katanya nih kita para muda, ga pernah melestarikan budaya sendiri, yang notabene pastinya budaya daerah.

Salah, aku buktikan itu salah. Ada temen-temen kita yang melestarikan budaya kita dengan berbagai cara. Tapi yang aku ingin tahu, bagaimana kita bisa meng-adaptasikan budaya daerah kita (notabene kita anggap sudah kuno) supaya aktual di masa kita.

Band Balawan sudah mulai, dengan membuat musik2 pop rock, dengan gamelan bali, dan hasilnya keren. Pernah dengar OST Tokyo drift? sumpah, kalo buat aku, itu backsound-nya kayak gamelan bali deh.

Temen2 dari daerah batak, juga bikin lagu-lagu pop batak-nya juga banyak banget. Ada yang lain? mungkin buat skenario film tentang perebutan keris jaman purba yang memiliki kekuatan untuk membuat bumi punah?

atau film epik kolosal, bertema perang majapahit-padjajaran? atau pameran busana sehari-hari yang adaptasi dari busana daerah?

intinya, budaya itu tidak harus kaku, selalu mengikuti arah jaman. yang penting, identitas kita sebagai sebuah bangsa tidak hilang. itu saja...

Martin, lagi nyari ide
(Nama-nama library sebagian kan udah nyomot nama kita, kyk : gamelan, apache-jakarta, java language, batik, hiks..banyak bgt sih yang nyomot)

Rabu, Maret 28, 2007

0076. Alasan mengapa film Horror lebih laris?

hehehehe, ini komentar gw, spy mengerti kenapa film horror lebih laris di indonesia daripada yang lain.

jawabnya simple : biar enak pas pacaran hehehehe :)). Kenapa bisa begitu?? well, tau sendirilah, budaya kita ini budaya timur, yang jangankan ciuman, pelukan di depan umum aja bs disidang di tempat. lain itu, para remaja kita ini masih malu-malu kucing, mau meluk beneran masih gugup.

so, solusinya kemana?? ya ke bioskoplah, dan biar klop, cari film horror. Jadi, ga perlu nyari alasan yang lebih kompleks lagi, misal dengan latar klenik dsb. Karena, gw sendiri jg seperti itu...

Salam

Joshua di DJ, baca kompas

0075. Resensi "300"

Oke, film terakhir yang gw tonton, n mau gw komentari adalah "300", yang di ilhami oleh novel dg judul yang sama karangan frank miller.

Catatan sebelumnya: Film ini sungguh untuk dewasa, bukan untuk anak dibawah umur. adegan sungguh brutal.

Film ini mengisahkan pertempuran thermopylae, antara bangsa yunani (sparta, thebes, dan athena) dg bangsa persia. sparta yang saat itu akan melaksanakan festival agama, dilarang untuk bertempur. akibatnya, leonidas, nekad hanya membawa 300 pasukan terbaik-nya untuk menahan laju pasukan persia.

nah, lsg aja ke penilaian. film ini??? keren bangetttsss. brutal, ga banyak omong, langsung bacok dan penggal. kepahlawanan juga sangat terlihat disini. hiburan yang keren.

Nilai : Sangat disarankan untuk ditonton bioskop, jangan bawa makanan. ;)

Joshua, di DJ
lupa tanggal-nya

Sabtu, Maret 10, 2007

0074. Sunset's today

Sunset's today
The Sun looks so red today
And the wind looks so unwilling to move
Fanning slowly, swinging leaves
And fall off some of them

A child follows her mother, look so cheerful,
Even bring a heavy load; she’s carrying his little brother,
Go along the edge of the way

An Old man drive a barrow
Full loaded by vestige box and paper
A noise, like burn his black skin
a smile painting in his tired face

And me??
I feel bliss
I feel a peace
I feel so blessed

Djakarta, March 01 2007
Martin, on the street way

0073. Sore hari ini

Matahari tampak merah hari ini
Angin pun seakan enggan berlari
Menghembus perlahan, membuai daun-daun
dan merontokkan sebagian..

Seorang anak kecil mengikuti ibunya
tampak ceria, meski membawa beban berat
dia menggendong adiknya, menyusuri jalan

Seorang Tua menarik gerobak
Penuh kardus dan Kertas
Bunyi gemirisik, seakan membakar kulitnya yang hitam
tersungging seuntai senyum, di penat wajahnya..

Dan aku??
Aku merasa bahagia
Aku merasa damai
Aku merasa terberkati

Djakarta, 01 Maret 2007
Martin, di perempatan cempaka mas

Selasa, Februari 27, 2007

0072. Budaya Indonesia, yang Mana sih?

Suatu hari kemarin, saya ngobrol2 bareng ma temen-temen. Nah, biar saya udah tinggal 3 tahun di jakarta, logat jawa saya masih ga hilang. jadinya, ya gitu, jadi bahan guyonan. meski ga ada masalah untuk itu, saya jadi sempet mikir juga. kadang ada spesifikasi pekerjaan yang mengharuskan kita untuk netral logat. mengapa harus begitu?

jika bicara budaya indonesia, maka secara aktualnya budaya indonesia hanya adalah bahasa indonesia itu sendiri, lain itu tidak. karena selain bahasa, tidak ada alat pemersatu lainnya, kecuali bahwa secara politis kita pernah mengalami penjajahan oleh belanda secara bersama. budaya indonesia sungguh miskin, bila tidak diperkaya oleh budaya-budaya daerah itu sendiri.

Jadi secara logika, tidaklah salah apabila logat seseorang tidak hilang. Mengapa hal seperti itu tidak boleh dipakai saat bekerja, misalkan, sebagai operator. Mungkin logat itu terdengar lucu bagi yang blom terbiasa mendengar. tapi tidak apa-apa kan?

Saya untuk lebih lanjut, tidak ingin mengomentari hal-hal yang bersifat mengekang. Tapi bila mau jujur disebut orang indonesia, adalah bila kita menggunakan bahasa indonesia, tidak ada yang lain. Jika anda sudah mulai menggunakan bahasa inggris, apalagi tercampur-campur, tentu akan boleh donk saya bertanya, apa bangsa anda? :D

Setidaknya hal itu diterapkan dalam acara formal, jadi bapak presiden, tolong donk, kalo pas ada acara, tetapkan dulu konteksnya. apakah bahasa indonesia, atau bahasa asing yang dipakai. jangan dicampur2.

Dan satu lagi, lebih keren lagi, kalo misal ada tamu asing, kita tetap mengerti bahasa yang digunakan mereka, tapi kita jawab pake bahasa indonesia (kalo di negeri sendiri ya). biar belajar bahasa tuan rumah begitu...

Martin,
Djakarta

Senin, Februari 19, 2007

0071. Met Tahun Baru Masehi, Imlek, dan Hijriyah

Lewat Tulisan ini, joshua ngucapin met tahun baru untuk semuanya.

Buat temen2, yang ngerayain imlek (jun, anton, dll) :

Met Tahun Baru Imlek 2558 (Tahun Babi Api), moga2 tahun baru kali ini lebih baik dari tahun kemarin. Yang lagi di bawah, jangan down, masih ada setahun buat berusaha, yang lagi diatas, jangan lupa untuk selalu berusaha mawas diri. Gong Xi Fat Choi...

Buat temen2, secara umum, ngerayain tahun baru masehi 2007:
Sorry meski telat, moga2 resolusi yang kalian buat kali ini, bisa direalisasikan. selalu pompa semangat pembaharuan hingga akhir tahun, jangan cuma sampai akhir semester aja..hehehehe

Buat temen2, yang ngerayain tahun baru Hijriyah :
Met tahun baru Hijriyah boys..yang ke 1428 H ya?? ( sorry klo salah). Semoga selalu instropeksi utk melakukan perbaikan diri.

Ok, intinya tahun baru, bukan hanya menandai pergantian jaman dan putaran waktu, tetapi juga untuk masa dimana kita harus berhenti sejenak. berhenti untuk melihat ke belakang sebentar, merenungkan apa yang telah kita lakukan 1 tahun ini, dan melihat ke depan, apa yang bisa kita lakukan untuk hal yang lebih baik.

Semoga semangat tahun baru ini selalu ada, hingga akhir waktu...

Salam..

Djakarta, 19 Febroeari 2007