Sebut saja dody, anak yang bandel bin nakal ini lagi sendirian nonton TV di rumah sendirian. waktu pun menunjukkan 00.30.
Kebetulan ada hantu iseng lagi lewat. dia pun niat mempermainkan dody. Tiba-tiba telepon rumah berbunyi..
Dody : halo, malem, dengan dody ganteng disini!
Hantu : Kepala saya mana mas?? (si hantu nahan ketawa neh, cekikikan)
Dody : Jangan ngaco ya, emang skrg loe nelp pake apa??
pake dengkul?? dasar wong edan, belegug siah..
Hantu : mak...@#$@#$@#$@%$#^%
hehehehehe, anak-anak makanya jangan takut ama hantu iseng ya..Harus selalu berani dimanapun kalian berada..selamat malam! hihihihi....
Jumat, Mei 19, 2006
Rabu, Mei 17, 2006
0053. Jurus rahasia untuk menghadapi cowok berbohong!!
hehehehehe...
klo jurus ini dibocorin, mungkin gw bakal dihajar ama hasan, mungkin ama joko, ato bisa jadi tahu2 gw telah hilang dari dunia ini gara2 ketabrak truk atau apapun wakakakak!!!
hei girls, ini rahasia gampang klo misal co loe berani bohong, dan loe tahu itu bohong, tapi ngelesnya pinter banget.
simple saja, cukup yakinkan bahwa dia nggak bohong dan berani sumpah. klo co ini berani... katakan seperti ini:
"Berani impoten nggak klo loe bohong??"
hehehehehe, yakin 98% co pasti mikir2 dulu..wakakakakak
joshua..
Djakarta - lagi iseng
klo jurus ini dibocorin, mungkin gw bakal dihajar ama hasan, mungkin ama joko, ato bisa jadi tahu2 gw telah hilang dari dunia ini gara2 ketabrak truk atau apapun wakakakak!!!
hei girls, ini rahasia gampang klo misal co loe berani bohong, dan loe tahu itu bohong, tapi ngelesnya pinter banget.
simple saja, cukup yakinkan bahwa dia nggak bohong dan berani sumpah. klo co ini berani... katakan seperti ini:
"Berani impoten nggak klo loe bohong??"
hehehehehe, yakin 98% co pasti mikir2 dulu..wakakakakak
joshua..
Djakarta - lagi iseng
Selasa, Mei 16, 2006
0052. review buku: (cuma) 5 cm..
peringatan, tulisan ini panjang dan ngelantur, yang ga suka ga usah diterusin.
Duh, sudah 1 minggu ini gw kena insomnia. ga bisa tidur tanpa alasan. Daripada pusing, melihat stock buku bacaan gw yang udah abis. Mampir ke gramedia, beli beberapa buku. biar adil, 1 buku otak kiri (istilah gw, untuk segala hal yang bersifat ilmiah, berpikir, berhitung, berfilsafat dan berwacana. ya kayak buku-nya agus kurniawan, alan m davis, dsb dsb-nya lah). 1 lagi adalah buku otak kanan(buku yang memancing imajinasi, jelas saja ini daerah khayalan jadi pasti bersifat seni. novel, buku cerita, apa aja lah). nah untuk buku kanan, aku mendapatkan satu novel yang dari covernya cukup menggugah untuk dibeli. bercover hitam, berpuisi cukup indah, dan menawarkan sebuah idealisme muda. buku itu adalah 5 cm..
novel ini menceritakan sekelompok pemuda-pemudi(bukan remaja, bukan bapak2/ibu2), sekelompok manusia yang bersahabat berjumlah 5( aku ga tahu kenapa selalu 5? tidak bisakah hanya 2 atau 3 atau angka apa aja selain 5?) well, itu terserah si penulis aja, aku sudah biasa melihat all possibility dari suatu cerita.
kesan pertama yang kubaca dari bagian prolog sampai awal mula cerita cukup menggugah. lucu dan konyol, tawa pasti mampir. Gaya bahasa yang dipakai adalah gaya khas anak gaul jakarta. anak gaul yang sudah mengalami masa SMA-nya yang mungkin banyak ancurnya dan masa-masa kuliah yang panas dan terik. mereka tinggal menuju ke taraf kedewasaan, taraf yang orang muda bilang masa muda akan hilang dan idealisme akan tergadai demi suatu kemapanan.
inti dari cerita awal, adalah cerita tentang gaya hidup mereka yang tentu saja bisa ditebak, adalah dari anak2 menengah atas. mulai dari hobi jalan, nonton, musik, dan dugem, semua udah. mungkin apa yang ada di jakarta kecuali daerah hitam sudah pernah mereka jalani. Kadang yang bikin aku geli mereka sok berfilsafat dan berpikir tapi semuanya hampir tanpa tujuan. 1 yang jelas, mereka adalah profesional, tidak bodoh, mampu berpikir, meski dengan gaya jakarta-nya yang sok ancur( dan ini diakui oleh sang penulis) dan terjadilah sesuatu situasi yang membuat mereka bosan dan memutuskan untuk berpisah selama 3 bulan.
Kata sinopsis, di saat mereka berpisah mereka akan mengalami sesuatu yang akhirnya memperkaya jiwa mereka dan memberi mereka suatu pandangan baru dalam melihat persahabatan mereka. dan terjadilah suatu pendewasaan.
Tapi sumpah,entah aku yang sok tahu atau sok pinter atau sok idealis, atau mungkin penulisnya yang lupa. aku tidak menemukan arti idealis persahabatan bagi mereka. arti yang gw tangkap hanya bahwa mereka sayang satu sama lain, menganggap berarti persahabatan mereka tanpa arti yang jelas.
lihat saja dari awal, mereka kumpul2, ngobrol ga karuan, bercanda2 tanpa ada konflik. konflik yang sempat disebut hanya saat si iyan lagi jadi uler. abis itu kompak banget dan indah banget. berfilsafat tanpa tahu tujuan berfilsafat. tahua arti filsafat tanpa tahu apa maknanya di dunia sekarang yang sangat pragmatis. banyak istilah aneh yang kesannya bahwa mereka ingin berteriak "halooo!!! gw pinter geto loh!". pekerjaan yang diceritakan pun hanya sebagian sedikit yang mempunyai pengaruh, yang jelas kerjaan mereka cukup "eksmud" ga ada yang pernah kerja susahlah. pokoknya kata yang ada adalah happy dan bosen.
nah, masuk nih ke babak kedua. masa perpisahan. kupikir dari sinilah akan ada petualangan baru yang akhirnya masing2 menemukan idealisme mereka yang utama tentang persahabatan, hidup, atau apapun yang menurut mereka penting di dalam diri mereka. tapi? apa yang terjadi? cerita membosankan lagi yang menceritakan (intinya) kesibukan mereka masing2 dan rasa kangen yang engga tertahankan dari mereka untuk berjumpa lagi. Damn, what's the heat in this story? tapi tetep ada satu dua petikan yang bisa diambil meski anak smp aja tahu artinya.
seperti saat iyan baru tahu kata tidak menyerah, si riani untuk hajar terus, genta dengan keep creative-nya yang out of the box-lah pokoknya. dan mungkin arial yang man gotta do what man gotta do. tapi itu semua kan dah lumrah tho, mana ada sih orang jakarta yang ga paham arti itu. dan itu bukan penemuan lagi sifatnya, kecuali memang iyan yang memang "baru" menemukan.
akhirnya masuk ke babak mistis, disini aku nyebut babak mistis karena aku pernah ngalamain sendiri saat naik gunung. dan gw salut bahwa benar2 gunung yang mereka daki. bukan bukit yang dianggap gunung seperti gunung gede. meski rada aneh juga bayangin anak kota selain genta dan arial, semuanya nekat naik gunung mahameru untuk pertama kalinya tanpa latihan apapun. Moga2 aja mereka naik pas musim panas.
di gunung ini pun aku ga tahu arti persahabatan mereka, tiada konflik, tiada hambatan, kecuali hambatan alam. tapi toh akhirnya mereka berhasil juga dan puas. dan salut lagi, bersyukur. dan di atas gunung sana mereka mendefinisikan 5 cm. yang artinya mimpi mereka jangan ditaruh di jidat, tapi di depan jidat mereka supaya selalu ingat.
akhir kata, mereka pulang, dan disaat akhir genta nembak riani dan ditolak, karena ternyata si riani suka ama si zafran, yang kebetulan lagi suka si dinda adiknya arial. dan di masa depan, mereka dengan anak2 mereka bertemu lagi, dan mereka tetap berfilosofi 5 cm sambil melihat anak anak mereka meneruskan mimpi mereka. yah itulah ternyata yang ingin disampaikan, idealisme akan mimpi. menganggap bahwa manusia jakarta pada umumnya tidak memiliki mimpi ataupun bila punya tidak berani mengambilnya atau lupa( gw juga pernah mikir kayak gitu, buat gw itu berarti sok tahu!!). yah untuk selingan buat yang pengen bela diri, ini kata mereka:
- joko : buat gw mah ngalir aja kayak air, gw punya mimpi, tapi biarkan semua terjadi apa adanya.
- hasan: jo, bukannya gw ga berani, lupa, atau ga punya mimpi, tapi sibuk coy. loe tahu ndiri programmer romusha kayak kita emang punya waktu banyak. loe ndiri kan yang bilang, seandainya bukan 24 melainkan 36.
tapi inti kata, buku ini tetaplah karya yang menarik. cm ini kesimpulan umumnya. nanti positif dan negatif-nya di bagian ke-2. secara umum penilaian jujur gw seperti ini:
- Sang penulis adalah orang gaul yang punya banyak sahabat yang dia sayangi, dia ingin menceritakan persahabatannya. tapi upps, dia juga anak PA man!!(pecinta alam) yang mungkin masih teringat akan mahameru, dan ingin menyatakan bahwa dia bersyukur telah ada di atas sana. dan mendapatkan mimpinya disana. jadi ada apa di cerita ini?? amburadul, ga jelas, ga ngeh gw apa yang pengen dia sampaikan?
mimpi?? persahabatan?? atau rasa syukur?? atau semuanya?? (kemaruk amat!!).
bagian ke dua sambung aja sekarang sekalian, udah sampai tahap puncak neh..
sisi positive cerita ini:
- suer, gw salut bener ama karakter arial yang langka, mau mematuhi semua aturan yang ada. bila semua indonesian seperti dia, aman negara kita. ga ada yang akan kebut2an, sok jago, atau melanggar hukum demi ego yang konyol.
- riani, gw bayangin dia ce biasa tapi keren punya. ini jakarta juga banyak. emansipasi wanitanya meledak2 ga karuan di saat yang aneh.
pemikiran riani sbg ce cerdas, dan aktive, cocok deh, dna ini bagus juga buat inspirasi
- zafran?? ini tokoh ga jelas yang sebenernya no meaning for me. tapi dia ada dan biarkan saja dia ada sebagai pesakitan.
- iyan, inilah mungkin pengganti onno w purbo klo di TI atau mas yustomo di jogya, atau calon rhenald k? semoga tidak seperti roy suryo nantinya.
- genta, mungkin banyak orang berkata, "ini gw banget!", tapi buat gw, yah seperti itulah sebagian orang, termasuk gw, idealis tapi ngelantur. belom paham?? klo loe baca tulisan gw sampai bawah, apa loe masih loem ngelantur? ya, dia sama saja seperti kita. cinta ditolak dapat temennya, ok ajah, ayok jalan, tetep kreative dan ngelantur.
sisi negative:
mungkin positivelah yang terpenting buat kita, tapi terlalu banyak positif, kita akan mabuk dan jatuh. tapi hendaknya negatif tidak membuat tenggelam. ini sisi negative-nya. ceritanya ngaco, ngelantur, gambyar, ga jelas apa yg pengen disampaikan? klo mo cerita persahabatan, untuk mengapa kita bersahabat, apanya yang bikin kita tetap bersahabat, apa jeleknya yang bener2 kita ga bisa tahan? bukan yang remeh, tapi yang prinsip. klo mimpi, mimpi apa masing2 karakter itu?? klo idealisme lain, apa idealisme itu? apa ingin menggebrak meja pemerintah? apa ingin meruntuhkan monas? atau apapun idealisme itu, tunjukkan konflik idealisme itu sampai pembaca merasa bahwa idealisme itu sungguh ideal.
maaf, setahu saya disini tidak ada idealisme yang dijual melainkan opini. misal: bahwa film india tidak disukai karena semua masalah ada solusinya selain berjoged. tapi bukankah joged adalah suatu tindakan dan mungkin tindakan itu juga solusi? nah pembaca mikir seperti ini, apa idealisme kmu supaya itu tetap bisa dipertahankan? tidak ada sama sekali. it's sucks. api yang berkobar saat membeli novel ini telah padam, dan hilang ditelan kegetiran mendalam.
sungguh..it's sucks..sorry dari tadi kebanyakan pake bahasa english campur2 gado2, kepengaruh ama novel ini (lucu ngaku juga suka lagu iwan fals dan slank, tapi lagu yg dicuplik englis semua..sok banget seh loe??) dan pasti..so what geto loh..ya tho..
Djakarta 16 mei 2005
lagikalap,meskigaemanabisduittohtetapkaryakan
martin ama joshua, sedih ga bisa tidur
Duh, sudah 1 minggu ini gw kena insomnia. ga bisa tidur tanpa alasan. Daripada pusing, melihat stock buku bacaan gw yang udah abis. Mampir ke gramedia, beli beberapa buku. biar adil, 1 buku otak kiri (istilah gw, untuk segala hal yang bersifat ilmiah, berpikir, berhitung, berfilsafat dan berwacana. ya kayak buku-nya agus kurniawan, alan m davis, dsb dsb-nya lah). 1 lagi adalah buku otak kanan(buku yang memancing imajinasi, jelas saja ini daerah khayalan jadi pasti bersifat seni. novel, buku cerita, apa aja lah). nah untuk buku kanan, aku mendapatkan satu novel yang dari covernya cukup menggugah untuk dibeli. bercover hitam, berpuisi cukup indah, dan menawarkan sebuah idealisme muda. buku itu adalah 5 cm..
novel ini menceritakan sekelompok pemuda-pemudi(bukan remaja, bukan bapak2/ibu2), sekelompok manusia yang bersahabat berjumlah 5( aku ga tahu kenapa selalu 5? tidak bisakah hanya 2 atau 3 atau angka apa aja selain 5?) well, itu terserah si penulis aja, aku sudah biasa melihat all possibility dari suatu cerita.
kesan pertama yang kubaca dari bagian prolog sampai awal mula cerita cukup menggugah. lucu dan konyol, tawa pasti mampir. Gaya bahasa yang dipakai adalah gaya khas anak gaul jakarta. anak gaul yang sudah mengalami masa SMA-nya yang mungkin banyak ancurnya dan masa-masa kuliah yang panas dan terik. mereka tinggal menuju ke taraf kedewasaan, taraf yang orang muda bilang masa muda akan hilang dan idealisme akan tergadai demi suatu kemapanan.
inti dari cerita awal, adalah cerita tentang gaya hidup mereka yang tentu saja bisa ditebak, adalah dari anak2 menengah atas. mulai dari hobi jalan, nonton, musik, dan dugem, semua udah. mungkin apa yang ada di jakarta kecuali daerah hitam sudah pernah mereka jalani. Kadang yang bikin aku geli mereka sok berfilsafat dan berpikir tapi semuanya hampir tanpa tujuan. 1 yang jelas, mereka adalah profesional, tidak bodoh, mampu berpikir, meski dengan gaya jakarta-nya yang sok ancur( dan ini diakui oleh sang penulis) dan terjadilah sesuatu situasi yang membuat mereka bosan dan memutuskan untuk berpisah selama 3 bulan.
Kata sinopsis, di saat mereka berpisah mereka akan mengalami sesuatu yang akhirnya memperkaya jiwa mereka dan memberi mereka suatu pandangan baru dalam melihat persahabatan mereka. dan terjadilah suatu pendewasaan.
Tapi sumpah,entah aku yang sok tahu atau sok pinter atau sok idealis, atau mungkin penulisnya yang lupa. aku tidak menemukan arti idealis persahabatan bagi mereka. arti yang gw tangkap hanya bahwa mereka sayang satu sama lain, menganggap berarti persahabatan mereka tanpa arti yang jelas.
lihat saja dari awal, mereka kumpul2, ngobrol ga karuan, bercanda2 tanpa ada konflik. konflik yang sempat disebut hanya saat si iyan lagi jadi uler. abis itu kompak banget dan indah banget. berfilsafat tanpa tahu tujuan berfilsafat. tahua arti filsafat tanpa tahu apa maknanya di dunia sekarang yang sangat pragmatis. banyak istilah aneh yang kesannya bahwa mereka ingin berteriak "halooo!!! gw pinter geto loh!". pekerjaan yang diceritakan pun hanya sebagian sedikit yang mempunyai pengaruh, yang jelas kerjaan mereka cukup "eksmud" ga ada yang pernah kerja susahlah. pokoknya kata yang ada adalah happy dan bosen.
nah, masuk nih ke babak kedua. masa perpisahan. kupikir dari sinilah akan ada petualangan baru yang akhirnya masing2 menemukan idealisme mereka yang utama tentang persahabatan, hidup, atau apapun yang menurut mereka penting di dalam diri mereka. tapi? apa yang terjadi? cerita membosankan lagi yang menceritakan (intinya) kesibukan mereka masing2 dan rasa kangen yang engga tertahankan dari mereka untuk berjumpa lagi. Damn, what's the heat in this story? tapi tetep ada satu dua petikan yang bisa diambil meski anak smp aja tahu artinya.
seperti saat iyan baru tahu kata tidak menyerah, si riani untuk hajar terus, genta dengan keep creative-nya yang out of the box-lah pokoknya. dan mungkin arial yang man gotta do what man gotta do. tapi itu semua kan dah lumrah tho, mana ada sih orang jakarta yang ga paham arti itu. dan itu bukan penemuan lagi sifatnya, kecuali memang iyan yang memang "baru" menemukan.
akhirnya masuk ke babak mistis, disini aku nyebut babak mistis karena aku pernah ngalamain sendiri saat naik gunung. dan gw salut bahwa benar2 gunung yang mereka daki. bukan bukit yang dianggap gunung seperti gunung gede. meski rada aneh juga bayangin anak kota selain genta dan arial, semuanya nekat naik gunung mahameru untuk pertama kalinya tanpa latihan apapun. Moga2 aja mereka naik pas musim panas.
di gunung ini pun aku ga tahu arti persahabatan mereka, tiada konflik, tiada hambatan, kecuali hambatan alam. tapi toh akhirnya mereka berhasil juga dan puas. dan salut lagi, bersyukur. dan di atas gunung sana mereka mendefinisikan 5 cm. yang artinya mimpi mereka jangan ditaruh di jidat, tapi di depan jidat mereka supaya selalu ingat.
akhir kata, mereka pulang, dan disaat akhir genta nembak riani dan ditolak, karena ternyata si riani suka ama si zafran, yang kebetulan lagi suka si dinda adiknya arial. dan di masa depan, mereka dengan anak2 mereka bertemu lagi, dan mereka tetap berfilosofi 5 cm sambil melihat anak anak mereka meneruskan mimpi mereka. yah itulah ternyata yang ingin disampaikan, idealisme akan mimpi. menganggap bahwa manusia jakarta pada umumnya tidak memiliki mimpi ataupun bila punya tidak berani mengambilnya atau lupa( gw juga pernah mikir kayak gitu, buat gw itu berarti sok tahu!!). yah untuk selingan buat yang pengen bela diri, ini kata mereka:
- joko : buat gw mah ngalir aja kayak air, gw punya mimpi, tapi biarkan semua terjadi apa adanya.
- hasan: jo, bukannya gw ga berani, lupa, atau ga punya mimpi, tapi sibuk coy. loe tahu ndiri programmer romusha kayak kita emang punya waktu banyak. loe ndiri kan yang bilang, seandainya bukan 24 melainkan 36.
tapi inti kata, buku ini tetaplah karya yang menarik. cm ini kesimpulan umumnya. nanti positif dan negatif-nya di bagian ke-2. secara umum penilaian jujur gw seperti ini:
- Sang penulis adalah orang gaul yang punya banyak sahabat yang dia sayangi, dia ingin menceritakan persahabatannya. tapi upps, dia juga anak PA man!!(pecinta alam) yang mungkin masih teringat akan mahameru, dan ingin menyatakan bahwa dia bersyukur telah ada di atas sana. dan mendapatkan mimpinya disana. jadi ada apa di cerita ini?? amburadul, ga jelas, ga ngeh gw apa yang pengen dia sampaikan?
mimpi?? persahabatan?? atau rasa syukur?? atau semuanya?? (kemaruk amat!!).
bagian ke dua sambung aja sekarang sekalian, udah sampai tahap puncak neh..
sisi positive cerita ini:
- suer, gw salut bener ama karakter arial yang langka, mau mematuhi semua aturan yang ada. bila semua indonesian seperti dia, aman negara kita. ga ada yang akan kebut2an, sok jago, atau melanggar hukum demi ego yang konyol.
- riani, gw bayangin dia ce biasa tapi keren punya. ini jakarta juga banyak. emansipasi wanitanya meledak2 ga karuan di saat yang aneh.
pemikiran riani sbg ce cerdas, dan aktive, cocok deh, dna ini bagus juga buat inspirasi
- zafran?? ini tokoh ga jelas yang sebenernya no meaning for me. tapi dia ada dan biarkan saja dia ada sebagai pesakitan.
- iyan, inilah mungkin pengganti onno w purbo klo di TI atau mas yustomo di jogya, atau calon rhenald k? semoga tidak seperti roy suryo nantinya.
- genta, mungkin banyak orang berkata, "ini gw banget!", tapi buat gw, yah seperti itulah sebagian orang, termasuk gw, idealis tapi ngelantur. belom paham?? klo loe baca tulisan gw sampai bawah, apa loe masih loem ngelantur? ya, dia sama saja seperti kita. cinta ditolak dapat temennya, ok ajah, ayok jalan, tetep kreative dan ngelantur.
sisi negative:
mungkin positivelah yang terpenting buat kita, tapi terlalu banyak positif, kita akan mabuk dan jatuh. tapi hendaknya negatif tidak membuat tenggelam. ini sisi negative-nya. ceritanya ngaco, ngelantur, gambyar, ga jelas apa yg pengen disampaikan? klo mo cerita persahabatan, untuk mengapa kita bersahabat, apanya yang bikin kita tetap bersahabat, apa jeleknya yang bener2 kita ga bisa tahan? bukan yang remeh, tapi yang prinsip. klo mimpi, mimpi apa masing2 karakter itu?? klo idealisme lain, apa idealisme itu? apa ingin menggebrak meja pemerintah? apa ingin meruntuhkan monas? atau apapun idealisme itu, tunjukkan konflik idealisme itu sampai pembaca merasa bahwa idealisme itu sungguh ideal.
maaf, setahu saya disini tidak ada idealisme yang dijual melainkan opini. misal: bahwa film india tidak disukai karena semua masalah ada solusinya selain berjoged. tapi bukankah joged adalah suatu tindakan dan mungkin tindakan itu juga solusi? nah pembaca mikir seperti ini, apa idealisme kmu supaya itu tetap bisa dipertahankan? tidak ada sama sekali. it's sucks. api yang berkobar saat membeli novel ini telah padam, dan hilang ditelan kegetiran mendalam.
sungguh..it's sucks..sorry dari tadi kebanyakan pake bahasa english campur2 gado2, kepengaruh ama novel ini (lucu ngaku juga suka lagu iwan fals dan slank, tapi lagu yg dicuplik englis semua..sok banget seh loe??) dan pasti..so what geto loh..ya tho..
Djakarta 16 mei 2005
lagikalap,meskigaemanabisduittohtetapkaryakan
martin ama joshua, sedih ga bisa tidur
Langganan:
Postingan (Atom)
